Anda belum login. (Login)
Skip Menu utamaSkip LoginSkip Kategori KursusSkip Online Users

Online Users

(last 5 minutes)
Tidak ada
Selamat Datang smile di media pembelajaran online e-Lunnar (Electronic Learning Center UNNAR) merupakan salah satu aplikasi pembelajaran berbasis web dalam lingkungan Universitas Narotama untuk mendukung proses pembelajaran dikelas. Sistem ini menyediakan materi belajar (berupa paparan, tugas, latihan, dan tutorial) serta media untuk komunikasi dan interaksi antara mahasiswa dan dosen. Dengan harapan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menciptakan suasana edutainment dilingkungan UNNAR.

Berita Situs

Gambar dari Admin User
Dari Pedagogis ke Andragogis
dari Admin User - Tuesday, 23 February 2010, 12:22
  Pengertian Pedagogis dan Andragogis

Pedagogis adalah ilmu atau seni mengajar anak-anak, proses pembelajaran terpusat pada guru atau pengajar. Andragogis adalah ilmu atau seni mengajar orang dewasa, proses pembelajaran terpusat pada peserta didik.

Pembelajaran yang bercorak pedagogik hanya akan menghasilkan budaya bisu (the cultural of silence). Peserta didik hanya diposisikan sebagai obyek yang harus menuruti kemauan guru. Dengan pembelajaran yang bercorak andragogik maka peserta didik menjadi mitra belajar bagi guru itu sendiri. Guru dan peserta didik menjadi sama-sama belajar, ada keharmonisan dan kehangatan dalam belajar karena keduanya merasa di"manusiakan" . Pembelajaran andragogik juga menekankan pada problem solver sehingga teori yang diajarkan akan menjadi pisau analisis terhadap realitas yang ada, bukannya terbatas sebagai alat untuk menjawab soal dalam ujian.

Dari Pedagogis ke Andragogis

Perintis methode Andragogis adalah John Dewey yang mempraktekkannya di University of Chicago tahun 1896. Kemudian dikembangkan Edward C.Linderman via buku " The Meaning of Adult Education " tahun 1926, Martha Anderson melalui " Education Through Experience" tahun 1927. Selanjutnya methode ini disempurnakan oleh Malcolm Knowles ( 1913-1997).

Pada tahun 1970 Knowles membedakan cara mengajar kepada anak yang disebut pedagogi dengan cara mengajar kepada orang dewasa yang dinamakan andragogi. Knowles berkeyakinan bahwa cara orang dewasa belajar sangat berbeda dengan cara anak belajar. Menurut Knowles, pedagogi berasal dari istilah Yunani paid (anak) dan agogus (membimbing) ; sementara andragogi dari istilah Yunani aner, andr (orang dewasa) dan agogus( pembimbing). Pedagogy means specifically "the art and science of teaching children" while andragogy "is the art and science of helping adults learn. Dalam pemahaman Knowles, untuk membina peserta didik dewasa cara mengajar untuk anak tidak berlaku lagi, atau haruslah ditinggalkan.

Di dalam buku " The Adult Learner " terbitan tahun 1993 , Knowles menguraikan perbedaan pokok antara Pedagogis dan Andragogis sbb :
1.Konsep diri peserta didik
• Pedagogis : Pribadi yang bergantung kepada gurunya
• Andragogis : Semakin mengarahkan diri (self-directing)
2. Pengalaman peserta didik
• Pedagogis : Masih harus dibentuk daripada digunakan sebagai sumber belajar
• Andragogis : Sumber yang kaya untuk belajar bagi diri sendiri dan orang lain
3. Kesiapan belajar peserta didik
• Pedagogis : Seragam (uniform) sesuai tingkat usia dan kurikulum
• Andragogis : Berkembang dari tugas hidup & masalah
4. Oriensi dalam belajar
• Pedagogis : Orientasi bahan ajar (subject-centered)
• Andragogis : Orientasi tugas dan masalah (task or problem centered)
5. Motivasi belajar
• Pedagogis : Dengan pujian, hadiah, dan hukuman
• Andragogis : Oleh dorongan dari dalam diri sendiri (internal incentives, curiosity)

Pembelajaran orang dewasa menurut Knowles dapat dialihkan dari pedagogis ke andragogis dengan berpedoman pada asumsi :
  1. Orang dewasa perlu dibina untuk mengalami perubahan dari kebergantungan kepada pengajar kepada kemandirian dalam belajar. Orang dewasa mampu mengarahkan dirinya mempelajari sesuai kebutuhannya.
  2. Pengalaman orang dewasa dapat dijadikan sebagai sumber di dalam kegiatan belajar untuk memperkaya dirinya dan sesamanya.
  3. Kesiapan belajar orang dewasa bertumbuh dan berkembang terkait dengan tugas, tanggung jawab dan masalah kehidupannya.
  4. Orientasi belajar orang dewasa harus diarahkan dari berpusat pada bahan pengajaran kepada pemecahan-pemecahan masalah.
  5. Motivasi belajar orang dewasa harus diarahkan dari pemberian pujian dan hukuman kepada dorongan dari dalam diri sendiri serta karena rasa ingin tahu.
Selain itu Knowles juga melihat perbedaan proses pembelajaran orang dewasa dengan anak-anak dalam tujuh aspek utama, yaitu suasana, perencanaan, diagnosa kebutuhan, penentuan tujuan belajar, rumusan rencana belajar, kegiatan belajar dan evaluasinya.

UNSUR-UNSUR PROSES

1. Suasana
• Pedagogis : Tegang, rendah dalam mempercayai, formal, dingin, kaku, lambat, orientasi otoritas guru, kompetitif dan sarat penilaian
• Andragogis : Santai, mempercayai, saling menghargai, informal, hangat, kerjasama, mendukung
2. Perencanaan
• Pedagogis : Utamanya oleh guru
• Andragogis : Kerjasama peserta didik dengan fasilitator
3. Diagnosa kebutuhan
• Pedagogis : Utamanya oleh guru
• Andragogis : Bersama-sama: pengajar dan peserta didik
4. Penetapan tujuan
• Pedagogis : Utamanya oleh guru
• Andragogis : Dengan kerjasama dan perundingan
5. Desain rencana belajar
• Pedagogis : Rencana bahan ajar oleh guru, Penuntun belajar(course syllabus) dibuat guru, Sekuens logis(logical sequence), pembelajaran oleh guru.
• Andragogis : Perjanjian belajar(learning contracts), Projek belajar(learning projects), Urutan belajar atas dasar kesiapan(sequenced by readiness)
6. Kegiatan belajar
• Pedagogis : Tehnik penyajian(transmitt al techniques), Tugas bacaan(assigned readings)
• Andragogis : Projek untuk penelitian(inquiry projects), Projek untuk dipelajari(learning projects), Tehnik pengalaman(experien tial techniques)
7. Evaluasi belajar
Gambar dari Admin User
NAROTAMA-HELMY YAHYA BUKA SEKOLAH BROADCAST
dari Admin User - Wednesday, 13 January 2010, 11:03
  Satu terobosan baru lahir dalam dunia pendidikan di Surabaya. Pada penghujung 2009, Yayasan Pawiyatan Gita Patria yang menaungi Universitas Narotama, bekerja sama dengan Helmy Yahya Broadcasting Academy menghadirkan lembaga pendidikan broadcasting yang diberi nama Helmy Yahya Broadcasting Academy (HBA) Narotama Surabaya.
"HBA Narotama Surabaya merupakan cabang pertama dari Helmy Yahya Broadcasting Academy yang berpusat di Bandung," kata Helmy Yahya saat Grand Launching HBA Narotama di Gramedia Expo, Minggu (15/11).
Peluncuran HBA Narotama tersebut dihadiri Ny Nina Kirana Soekarwo (istri Gubernur Jatim), Sekdaprov Jatim Dr Rasiyo MSi, dan sejumlah praktisi kepenyiaran dari Jakarta.
HBA Narotama Surabaya juga mempersiapkan peluncuran program-program TV Lokal yang berkualitas serta mengikuti perkembangan dunia broadcasting masa kini. HBA Narotama Surabaya didukung oleh staff pengajar nasional seperti Helmy Yahya, artis-artis senior, Yul Andryono (RCTI), serta trainer-trainer lokal terpilih yang berkualitas, dan tentunya ditunjang dengan kurikulum yang kompeten dengan industri broadcasting masa kini.
Ada 4 (empat) program sekaligus yang dibuka di HBA Narotama Surabaya, yaitu program Acting Presenter, Kid Presenter, Cameramen dan Public Speaking Class. Kekhususan kelas Public Speaking di HBA Narotama Surabaya adalah memberikan kemampuan peserta untuk menguasai "Power Presentation Skills" berupa kemampuan membuat project proposal yang terbaik, mampu membuat materi presentasi dalam bentuk power point dengan sangat bagus dan mampu mempresentasikannya dengan sempurna sehingga dapat meyakinkan audiens, terutama dalam menjual ide atau gagasan-gagasan yang "brilliant". (mas)
Gambar dari Admin User
Negara dengan kualitas pendidikan nomor wahid didunia
dari Admin User - Wednesday, 13 January 2010, 10:24
  Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?

Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya
perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa.
Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for
Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan
nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa
kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi
dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa
negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah
jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara,
atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia
mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara
lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit,
yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.



Kategori Kursus


Skip Calendar

Calendar

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
Today Sunday, 14 March 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31    
Skip Upcoming Events

Upcoming Events

There are no upcoming events
Skip Berita terbaru

Berita terbaru

  • 23 Feb, 12:22
    Admin User
    Dari Pedagogis ke Andragogis lebih lanjut...
  • 13 Jan, 11:03
    Admin User
    NAROTAMA-HELMY YAHYA BUKA SEKOLAH BROADCAST lebih lanjut...
  • 13 Jan, 10:24
    Admin User
    Negara dengan kualitas pendidikan nomor wahid didunia lebih lanjut...